Sejak hujan November mulai turun orang-orang Glagaharum was-was. Pasalnya, desa tetangga mereka Renokenongo kini sudah ditutup air asin dari pusat semburan lumpur Lapindo. Karena hujan volume air menjadi semakin cepat meningkat dan ini bikin warga Glagaharum panik kalau air dan lumpur itu masuk desa mereka.
Kepanikan ini makin menjadi kalau hujannya turun malam hari. "Tidur tak nyenyak, kita harus jaga-jaga," tutur Nuryadi (38 tahun), koordinator warga Glagaharum. Jarak antara Glagaharum dan tanggul 300 meter. "Sekarang tanggul sudah sampai perbatasan Renokenongo dan Glagaharum, kan sudah sangat dekat dengan rumah warga yang belum masuk peta" lanjutnya.
Meski kecemasan meliputi seluruh warga desa namun hanya 15 RT dari Glagaharum yang masuk dalam peta terdampak dan ini membuat kecemburuan antar warga.
Tak hanya itu, semburan lumpur lapindo juga telah merusak sungai dan saluran irigasi desa Glagaharum. "Sudah tertutup tanggul semua sungai-sungainya" sambung Nuryadi. Dengan tidak berfungsinya sungai dan saluran desa ini, potensi banjir semakin besar untuk warga, meski secara sekilas kelihatan aman, desa Glagaharum menyimpan potensi bahaya bagi warganya. Warga berharap nasib mereka ini segera diperhatikan "Setidaknya ada kejelasan soal jaminan keselamatan kami ini" kata Nuryadi yang masih terus belum tahu mengapa pemerintahnya abai terhadap keadaan warga yang telah terundung bencana ini. [re]
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|









www.football-jerseys.org are the jers...
I am writing to extend my deepest sym...
Lapindo sudah butakah nuranimu terhad...
Saudaraku sesama korban lumpur Lapind...